Senin, 09 Januari 2023

 

MEWUJUDKAN FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA PADA KONTEKS PENDIDIKAN ABAD  KE-21

Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara memiliki nama Soewardi Soerjaningrat lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889. Beliau merupakan putra keempat dari pasangan RM Soerjaningrat dan putra dari permaisuri Sri Paku Alam III. Ibunya seorang putri kraton pewaris Kadilangu, yang merupakan keturunan dari Sunan Kalijaga (Soewito, 1985). Ki Hadjar Dewantara saat masa kanak-kanak dan masa muda memiliki nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat, namun sesudah dalam masa pembuangan di Netherland gelar kebangsaannya tidak dipakai. Hal tersebut menandai bersatunya dengan rakyat yang diperjuangkan. Beliau pernah menjadi seorang politikus dan jurnalis puncak karirnya saat menjadi wartawan saat beliau menulis “Als ik eens Nederlander was” merupakan sebuah risalah yang terkenal berisi sindirin bagi pemerintah Hidia Belanda (Widodo, 2017).

Ki Hadjar Dewantara bertekad untuk meluaskan semangat tentang pendidikan kepada generasi muda. Upaya untuk mendidik kaum muda merupakan syarat utama dalam membebaskan diri dari jeratan penjajah. Pendidikan yang mendasarkan kebudayaan nasional dapat menghindarkan dari kebodohan. Pendidikan yang ada pada masa kolonial tidak mencerdaskan, melainkan mendidik manusia untuk tergantung pada nasib dan bersikap pasif. Keinginan untuk merdeka harus dimulai dengan mempersiapkan kaum bumi putra yang bebas, mandiri, dan pekerja keras. Sehingga generasi muda harus dipersiapkan agar kelak menjadi bangsa yang mandiiri, sadar akan kemerdekaan, sehingga kemerdekaan itu dimiliki oleh orang yang terdidik dan memiliki jiwa yang merdeka (Marihandono, 2017).

Bagi Ki Hadjar Dewantara, pendidikan itu memberikan dorongan terhadap perkembangan siswa didik, yakni pendidikan mengajarkan untuk mencapai suatu perubahan dan dapat bermanfaat di lingkungan masyarakat. Dalam hal ini, siswa didik diharapkan mampu memberikan manfaat untuk lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal ataupun untuk masyarakat luas. Selain itu, dengan pendidikan juga diharapkan memberikan peningkatan rasa percaya diri, mengembangkan potensi yang ada dalam diri karena selama ini pendidikan hanya dianggap sebagai sarana untuk mengembangkan aspek kecerdasan, namun tidak diimbangi dengan kecerdasan dalam bertingkah laku maupun dengan ketrampilan. Disisi lain, guru sebagai tokoh sentral dalam dunia pendidikan juga diharapkan mengutamakan murid di atas kepentingan pribadi. Menurut Ki Hadjar Dewantara, seorang guru juga diharapkan mampu mengembangkan metode yang sesuai dengan sistem pengajaran dan pendidikan, yaitu metode among, yakni  metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pola asih, asah, dan asuh. Guru diharapkan memiliki keterampilan dalam mengajar, memiliki keunggulan dalam berelasi dengan peserta didik maupun dengan anggota komunitas yang ada di sekolah, dan guru juga harus mampu berkomunikasi dengan orang tua murid dan memiliki sikap profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

Seorang pendidik juga diharapkan mampu mendidik peserta didik dengan memegang semboyan dari Ki Hadjar Dewantara yakni, ing ngarsa sung tuladha (dimuka memberi contoh), ing madya mangun karsa (di tengah membangun cita-cita), tut wuri handayani (mengikuti dan mendukungnya) (Haidar Musyafa, 2015). Hal yang paling utama dalam mendidik, yakni adanya pemahaman yang sama antara guru dan pendidik, sehingga mendidik bersifat “humanisasi”, yaitu mendidik merupakan sebuah proses memanusiakan manusia, dengan adanya sistem pendidikan diharapkan mampu mengangkat derajat hidup menuju perubahan yang lebih baik (Sugiarta, 2019). Selain hal tersebut, Ki Hadjar Dewantara memiliki dua pandangan tentang pendidikan. pertama, tri pusat pendidikan, yang mengatakan bahwa pendidikan yang diterima oleh peserta didik terjadi dalam tiga ruang lingkup, yakni: lingkungan keluarga, lingkungan perguruan, dan lingkungan masyarakat. Ketiga, lingkungan tersebut memiliki pengaruh edukatif dalam pembentukan kepribadian peserta didik. Kedua, sistem among, yaitu suatu sistem pendidikan yang berjiwa kekeluargaan bersendikan kodrat alam dan kemerdekaan. Sistem among menurut cara berlakunya disebut sistem “Tut Wuri Handayani” (Widodo, 2017).

Tiga semboyan Ki Hajar Dewantara, kita sebagai guru di masa abad 21 ini harus bisa menerapkan tiga semboyan ini yaitu:

  1. Ing ngarsa sung tuladha, di depan memberi contoh dan teladan. Sebagai seorang guru saya akan berusaha untuk memberikan contoh dalam sifat, perilaku, penampilan, tutur kata, dan sopan santun bagi anak didik saya.
  2. Ing madya mangun karsa, di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa. Sebagai seorang guru akan berusaha menciptakan dan membagun suasana pembelajarn yang aktif, kreatif, menyenangkan dan berpusat pada anak dengan mengkondisikan kelas dengan suanana yang nyaman untuk belajar demi berkembangnya potensi siswa sesuai dengan kodratnya. Melalui dukungan baik dari rekan sejawat, kepala sekolah, dan orang tua siswa serta pemanfaatan fasilitas baik pribadi maupun yang ada di sekolah akan coba saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan penggunaan berbagai macam metode, media, dan model pembelajaran yang berbasis lingkungan dan budaya lokal setempat untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi dan karakter anak menjadi lebih baik.
  3. Tut wuri handayani, di belakang memberi dorongan. Dengan refleksi diri pada semboyan tut wuri handayani ini maka sebagai seorang guru yang saya lakukan bukan hanya mentransfer pengetahuan saja tetapi juga mampu membangkitkan semangat siswa untuk terus belajar mencapai tujuan dan cita-citanya sesuai minat dan bakatnya.

Konsep Pembelajaran Abad 21 adalah membuat lulusan memiliki kompetensi dalam menguasai keterampilan berpikir, komunikasi yang kompleks dan menyelesaikan masalah yang sangat penting sesuai dengan kebutuhan dinamika global saat ini (Uminingtyas, Sukarmin,suryana, 2019) selain itu keterampilan kolaborasi dan kreatifitas juga dibutuhkan anak-anak muda untuk menghadapi kompleksnya perkembangan dunia yang pesat (Ark, 2019). Menurut widayat (2018), pendidikan abad 21 merupakan pendidikan yang mengintegrasikan antara kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta penguasaan terhadap teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut Partnership for 21st century learning (P21) (2019), Penguasaan mata pelajaran utama dan tema abad ke-21 sangat penting untuk keberhasilan siswa. Mata pelajaran utama termasuk Bahasa Inggris, membaca, atau seni bahasa, bahasa dunia; seni; matematika, ekonomi; ilmu; geografi; sejarah; pemerintah; dan kewarganegaraan.

Selain itu, sekolah harus mempromosikan pemahaman tentang konten akademik di tingkat yang lebih tinggi dengan menenun Tema interdisipliner abad ke-21 menjadi mata pelajaran utama yang meliputi:

 • Kesadaran global

• Literasi Keuangan, Ekonomi, Bisnis, dan Kewirausahaan

• Literasi Masyarakat

 • Literatur kesehatan

• Literasi Lingkungan

Pendidikan abad 21 ini memerlukan keterampilan dunia nyata yang meliputi komunikasi, kolaborasi dan berfikir kritis.keterampilan ini dianggap krusial bagi manusia dari segi konteks, Negara dan budaya yang berbeda-beda untuk berinteraksi dalam jaringan tanpa batas dan dunia global (Teo, 2019). Partnership for 21st century learning (P21) (2019) juga menyebutkan bahwa Dalam konteks pembelajaran pengetahuan utama, siswa juga harus belajar keterampilan penting untuk sukses di dunia saat ini, seperti pemikiran kritis, penyelesaian masalah, komunikasi, dan kolaborasi.

Oleh sebab itu dalam mengimplementasikan pendidikan abad 21, mengajarkan siswa tentang apa yang dipelajari tidak lagi sesuai, melainkan siswa juga harus diajarkan bagaimana mempelajrinya. Terkait hal ini Kemendikbud pada tahun 2016 menyatakan beberapa prinsip pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran abad 21 yaitu :

1.      Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;

2.      Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar;

3.      Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;

4.      Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;

5.      Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;

6.      Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;

7.      Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;

8.      Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills);

9.      Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;

10.   Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani);

11.  Pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat;

12.  . Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas;

13.  Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan

14.  Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.

 

Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan.  Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu kepada peserta didik agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Jadi menurut KHD, “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”.

Menurut Ki Hajar Dewantara tujuan pendidikan adalah “penguasaan diri” sebab di sinilah letak humanisasi pendidikan yang berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat pendidikan yaitu memanusiawikan manusia.

Perkembangan Manusia

PEMBAHASAN
A.    Pengertian Perkembangan
Lerner & Hultsch (1983:5) menyatakan bahwa istilah perkembangan sering diperdebatkan dalam sains. Walaupun demikian, teradapat konsesus bahwa yang dimaksudkan dengan perkembangan adalah perubahan. Namun tidak semua perubahan adalah perkembangan. Perubahan yang terjadi dalam perkembangan adalah perubahan yang teratur, bersistem atau terorganisasi. Demikian pula halnya dengan perkembangan manusia. Kita tertarik pada perkembangan yang terjadi di dalam diri seseorang sepanjang waktu, yaitu perubahan (fisik, berpikir, emosi, kemampuan bermasyarakat, dsb) yang bersistem yang terjadi di dalam diri seseorang dan juga melihat adanya perbedaan perkembangan antar individu.
Menurut para ahli pengertian perkembangan yaitu suatu proses perubahan dalam diri individu yang bersifat kualitatif atau untuk fungsi psikologis yang berlangsung secara terus menerus kearah yang lebih baik/ progresif yang disebut kematangan
Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa perkembangan mengandung arti sebagai berikut;
1. Perubahan fungsi psikologis atau perubahan bersifat kualitatif,artinya perubahan dapat dilahat dari kemampuan bertingkah laku lebih matang,baik tingkah laku sosial,emosional,moral maupun intelektual.

2. Perubahan itu merupakan proses yang bersikenambungan dan terus menerus.Ini berarti bahwa perubahan pada perkembangan bukan terjadi secara tiba –tiba dalam waktu yang singkat tetapi perubahan yang terjadi terus menerus dan berkelanjutan serta bertahap-tahap sepanjang hidup manusia.

3. Perubahan yang mengarah kepada pencapaian kematangan.Kematangan adalah tercapainya kemempuan bertingkah laku secara fisik, sosial emosional, moral dan intelelektual secara sempurna sesuai dengan tugas perkembangan tertentu.

B.   Pendekatan Perkembangan Manusia
Menurut Lerner & Hultsch (1983:6), dalam psikologi perkembangan terdapat tiga pendekatan utama mengenai perkembangan manusia, yaitu yang disebut pandangan psikologis, pandangan perkembangan dan panangan rentang kehidupan.
1.      Pandangan Psikologis
Pandangan psikologis menekankan bagaimana orang pada usia tertentu melaksanakan tugas yang spesifik (Golin,1965 dalam Lerner & Hultsceh, 1983:6). Yang diutamakan oleh pandangan ini adalah mengenai tugas , dan hanya sedikit mengenai perubahan yang terjadi pada diri sesorang seiring dengan berjalannya waktu ketika mengerjakan tugas. Dengan kata lain proses perkembangan itu sendiri tidak dibahas
2.      Pandangan Perkembangan
Pandangan ini menekankan pada sejarah seseorang. Berebeda dengan pendekatan sebelumnya, pendekatan ini mulai memperhatikan perubahan yang terjadi pada diri seseorang sehubungan dengan berjalannya waktu. Beberapa pakar psikologi perkembangan yang berorientasi pada pendekatan ini menekankan pentingnya perkembangan pada masa kanak-kanak atau paling jauh sampai perkembangan masa remaja, sedangkan perkembangan manusia setelah masa itu dianggap tidak terlalu bermakna sehingga kurang diperhatikan.
3.      Pandangan Rentang Kehidupan
Pandangan rentang kehidupan menganggap bahwa perkembangan manusia selalu berlangsung selama rentang kehidupan, mulai dari saat kensepsi sampai saat kematian. Pada pandangan rentang kehidupan, jenis perubahan yang terjadi tidak dikhususkan untuk periode perkembangan tertentu. Karena itu pandangan rentang kehiupan adalah pendekatan yang menguraikan, menerangkan dan mengoptimalkan perubahan perilaku yang terjadi didalam diri seseorang dan juga oerbedaan antar individu akibat perubahan yang terjadi, dalam seluruh rentang kehidupan manusia, dimulai dari saat konsepsi sampai kematian.jadi, guna memahami perkembangan manusia kita harus mempunyai pengetahuan tentang sejarah, biologi, antropologi, sosiologi, hukum, dan ilmu kedokteran. Hal ini menurut pandangan rentang kehidupan sangatlah realistik dan dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.
Prinsip-prinsip untuk mempelajari pendekatan perkembangan kehidupan: (Baltes, 1987; Linderberg dan Staudinger, 1998)
         Development is lifelong: setiap periode kehidupan dipengaruhi oleh apa yang terjadi sebelumnya dan akan mempengaruhi apa yang akan terjadi. Setiap periode memiliki karakteristik tersendiri yang unik, tidak ada satu periode yang lebih penting atau kurang penting.
         Development depend on history and context. Setiap orang berkembang sesuai dengan waktu dan tempat  
         Development is multidimensional and multidirectional: perkembangan mencakup keseimbangan antara pertumbuhan dan penurunan.
         Development is pliable or plastic. Dalam perkembangan ada penampilan yang dapat dimodifikasi.
C.    Pokok – Pokok Persoalan pada Psikologi Perkembangan
Pada psikologi perkembangan terdapat permasalahan diantaranya :
1.      Nature (keturunan)  versus nurture (lingkungan)
Perdebatan tentang apakah perkembangan terutama dipengaruhi oleh factor bawaan atau oleh factor pengalaman adalah suatuper debatan yang sudah berlangsung lama. Orang sering bertanya manakah yang lebih berperan dalam kecerdasan manusia, factor genetic atau factor belajar. Kontrofersi ini sebetulnya berakar didalam filsafat yang bermula sejak zaman Yunanikuno.Plato (427-347 SM) misalnya, percaya bahwa gagasan (ide) itu diturunkan, karena pada waktu lahir jiwa telah terperangkap dalam tubuh. Perdebatan berlanjut dalam bidang Psikologi, misalnya perdebatan antara penganutaliran Gestalt yang menekankan pada peran factor keturunan didalam menentukan persepsi, dengan para penganut behaviorisme yang menekankan pada peranan factor lingkungan dalam belajar.
2.      Kesinambungan versus ketidaksinambungan
Hal lain yang dipersoalkan dalam psikologi perkembangan adalah tentang kesinambungan dan ketidaksinambungan dalam perkembangan. Apakah kesinambungan itu suatu perubahan yang berkesinambungan yaituapabila berubah secara berangsur-angsur ataukah perubahan tersebut terjadi secaratiba-tiba. Jika tiba-tiba maka akan terjad ketidaksinambungan. Contohnya: merangkak pada bayi usia 5-7 bulan, setelah mampu merangkak ia dapat berdiri pad ausia 8-9 bulan. Perpindahan dari perilaku merangkak menjadi berdiri merupakan suatu ketidaksinambungan karena secara kualitatif berbeda. Tetapi perilaku merangkak masih digunakan untuk berdiri (otot yang digunakan sama akan tetapi fungsinya lain) sehingga disini ada kesinambungan.
3.      Kestabilan versus ketidakstabilan
Berkaitan dengan perubahan yang terjadi dalam suatu perkembangan, perlu pula diperhatikan tentang kestabilan dan ketidakstabilan posisi seseorang terhadap kelompoknya. Isukestabilan dan ketidakstabilanini dapat menjelaskan tentang perbedaan yang terdapat diantara anggota kelompok (perbedaanantarinvidu) sebagai akibat terjadinya perubahan dalam diri anggota-anggota yang keduanya dapat terjadi bergantian secara serempak.


D.    Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Istilah pertumbuhan dan perkembangan atau juga disebut tumbuh kembang, sering dipergunakan orang seolah-olah keduanya mempunyai pengertian yang sama (sinonim). Padahal, meskipun tidak ada pertumbuhan yang tidak ada disertai perkembangan dan tidak ada perkembangan tanpa pertumbuhan serta keduanya mengandung arti perubahan, sesungguhnya kedua hal itu memunyai pengertian yang berbeda. Pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu bertambahnya ukuran dan struktur, sehingga lebih banyak menyangkut perubahan fisik. Sedangkan perkembangan adalah perubahan kualitatif yang muncul secara teratur dan koheren.
1)      Pertumbuhan Fisik
Proses pertubuhan fisik memegang peranan penting jika kita ingin memahami perilaku manusia. Misalnya, kita tidak dapat memahami perkembangan psikologis seseorang jika kita tidak mempelajari perihal perkembangan fisik dan mental.
a.      Peranan Pertumbuhan.
1.      Pertumbuhan berfungsi sebagai lingkungan pembatas bagi kemampuan seseorang.
Kapasitas fisik membatasi apa yang dapat dilakukan oleh seorang anak. Contohnya seorang anak berusia tujuh tahun tidak akan mampu mengendarai sepeda jika alat keseimbangan dan koordinasi tubuhnya belum berkembang. Jadi untuk menguasai suatu perilaku tertentu diperlukan syarat adanya kematangan fisik tertentu pula. Dengan kata lain, pertumbuhan memberikan pembatasan kepada perkembangan perilaku seseorang.
2.      Pertumbuhan adalah faktor penentu dalam perolehan pengalaman
Faktor penentu ini akan mempengaruhi jenis pengalaman yang akan diperoleh, dan seterusnya. Keterbatasan pengalaman juga akan membatasi perkembangan kognitif dan sosial anak. Misalnya bayi yang belum dapat merangkak maka pengalaman yang akan diperolehnya hanyalah sebatas jangkauan tangannya saja. Ada beberapa bukti dari berbagai hasil penelitian yang memperlihatkan bahwa percepatan pertumbuhan fisik akan mempercepat pertumbuhan mental pula (Tanner, 1970 dalam Bee,H.L & Mitchel, S.K, 1984:89), walaupun tentu saja kita tidak dapat menyimpulkan secara pasti bahwa percepatan dalam pertumbuhan fisik akan menyebabkan perkembangan mental.
3.      Pertumbuhan dan Penampilan
Pertumbuhan fisik akan mempengaruhi penampilan seseorang dan juga akan mempengaruhi pendapat orang lain terhadap seseorang. Anak yang cantik atau tinggi tubuhnya atau terampil biasanya akan diperlakukan berbeda dengan anak yang pendek, kecil, pemalu, atau kikuk. Tentunya banyak faktor yang lain yang dapat ikut menentukan penilaian seorang guru terhadap muridnya, tetapi yang hendak dikemukakan di sini adalah untuk memperlihatkan adanya hubungan antara bentuk tubuh atau penampilan akibat pertumbuhan fisik dengan penilaian orang lain terhadap seseorang.
4.      Pertumbuhan dan citra diri
Pertumbuhan fisik juga akan mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Cara pandang ini untuk sebagian adalah sebagai reaksi terhadap bagaimana orang lain memandang dirinya, sedangkan sebagian lain menyangkut kesadaran seseorang tentang kekuatan dan kelemahan dirinya.
b.      Tampak Luar Pertumbuhan
Pertumbuhan dapat dilihat dari luar tubuh seperti ukuran dan bentuk tubuh.
1.      Ukuran
Pertumbuhan tinggi badan ternyata memiliki berbagai pola. Ternyata pola pertumbuhan tinggi badan anak laki-laki dan anak perempuan sejak lahir hingga dewasa berbeda; tinggi bayi baru lahir kira-kira sepertiga tingginya setelah dewasa; dan pertumbuhan tinggi badan dari bayi hingga dewasa ternyata tidak selalu teratur, lancar dan berkesinambungan.
2.      Bentuk Tubuh
Proporsi tubuh bayi berbeda dengan orang dewasa. Dibandingkan dengan orang dewasa, kepala bayi jauh lebih besar dari badannya; yaitu kira-kira 25 persen dari tinggi badan bayi waktu lahir, 20 persen pada usia 2 tahun dan hanya 10 persen pada waktu dewasa. Bukan hanya kepala saja yang mengalami perubahan, tetapi juga bentuk tubuh.



c.       Pertumbuhan yang Terjadi di Dalam Tubuh
Pertumbuhan yang terjadi dalam tubuh seseorang meliputi pertumbuhan tulang dan otot, sistem syaraf dan hormon.
1.      Tulang dan Otot
Pertumbuhan yang tampak dari luar bukan hanya mengenai perubahan di kulit saja, melainkan juga menyangkut perubahan yang terjadi dalam tubuh, yaitu terutama mengenai tulang dan otot. Pola pertumbuhan organ-organ ini antara lain :
a.       Tulang
Tulang adalah rangka tubuh, namun rangka ini belum seluruhnya lengkap pada saat seseorang dilahirkan. Tulang-tulang akan tumbuh kembang secara berkelanjutan baik dalam hal umlah, ukuran dan kekerasannya.
b.      Otot
Otot-otot pada tubuh bayi yang baru lahir sudah memiliki kelengkapan serabut-serabutnya(Tanner, 1970). Dalam proses pertumbuhan, otot pun mengalami perubahan, serabutnya akan menjadi lebih panjang dan lebih tebal. Proses ini akan berlangsung sepanjang masa kanak-kanak dan sama halnya dengan tinggi dan berat badan, pertumbuhan ini juga akan mengalami lonjakan pada masa remaja.
2.      Sistem Syaraf
Pertumbuhan sistem syaraf belum selesai pada waktu bayi dilahirkan. Alat-alat tubuh yang lain seperti paru-paru dan sistem peredaran darah sudah bekerja penuh walaupun belum sempurna benar, sedangkan sistem syaraf jelas masih rendah taraf pertumbuhannya.
Pada saat lahir, bagian otak yang paling berkembang adalah otak tengah, yang terletak dibagian bawah rongga tengkorak dan berfungsi mengatur hal-hal yang mendasar seperti tidur, bangun, buang air, perhatian terhadap sekitar dan pembentukan kebiasaan-kebiasaan. Kemampuan anak sudah dibentuk untuk melaksanakan fungsi-fungsi dasar ini.
3.      Hormon
Perubahan utama yang terakhir adalah mengenai hormon, yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Hormon mengatur pertumbuhan dan perubahan tubuh melalui berbagai cara dan beberapa hormon terpenting tercantum dalam Tabel berikut .
Horon-hormon utama yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan.
Kelenjar
Hormon
Aspek Pertumbuhan yang di Pengaruhi
Gondok
Tiroksin
Perkembangan Jaringan otak, pertumbuhan umum
Adrenalin
Testoteron
Perubahan pubertas, terutama karakteristik seks sekunder pria
Testes
Oestoteron
Pembentukan organ kelamin pria embrional, pencetus bagi perubahan pubertas pria
Ovarium
Oestrogen
Perkembangan siklus haid, perkembangan karakteristik seks sekunder wanita
Hipofisa
Hormon pertumbuhan, Hormon Pemacu
Mempengaruhi kematangan fisik, memerintahkan kelenjar lain untuk berproduksi

2)      Penentu Pertumbuhan
Faktor-faktor yang ikut menentukan dalam pertumbuhan fisik itu sendiri, yaitu faktor kematangan,faktor keturunan, dan faktor-faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pertumbuhan fisik seseorang seperti kondisi saat kelahiran, nutrisi, dan penyakit.
a.       Kematanngan
Seperangkat sinyal-sinyal yang berasal dari dalam tubuh ternyata mengontrol urutan pertumbuhan itu sendiri. Kecepatan atau tingkat pertumbuhan mungkin sangat berbeda dari orang ke orang, namun urutan pertumbuhan hampir tetap sama pada semua orang.
Walaupun kita tidak mengetahui seluruhnya mengenai perubahan yang menyangkut kematangan ini, namun dapat dipastikan bahwa urutan atau pola perkembangan itu adalah bagian dari kode genetik yang berlaku bagi semua manusia.
b.      Keturunan
Merupakan bagian lain dari kode genetik yang mengatur perbedaan antara individu-individu. Beberapa ciri fisik ini dapat terlihat pada warna mata, warna rambut atau bentuk hidung adalah ciri yang diturunkan, begitu pula beberapa ciri perkembangan terutama yang menyangkut tinggi dan besar tubuh.
1)      Tinggi Tubuh.
2)      Kecepatan Pertumbuhan
3)      Perbedaan Jenis Kelamin
c.       Pengaruh-pengaruh lain
1)      Kondisi waktu lahir
2)      Nutrisi
3)      Penyakit
E.     Prinsip-Prinsip Perkembangan
Dalam pertumbuhan dan perkembanga ditemukan beberapa prinsip yang berlaku umum yang menyangkut: 1) tipe-tipe perubahan, 2) pola pertumbuhan fisik, 3) karakteristik perkembangan, 4) perbedaan individual.
1.      Tipe-tipe Perubahan
Perubahan yang terjadi dikelompokkan ke dalam empat kategori utama yang saling berhubungan (Lansdown,1988:4-7).
a.       Perubahan dalam Ukuran
Perubahan dalam ukuran, termasuk disini perubahan fisik. Contohnya adalah perubahan tinggi dan berat badan, perubahan dalam daya ingat, persepsi dan pemahaman.
b.      Perubahan dalam Proporsi
Dalam masa perkembangan terjadi perubahan proporsi tubuh. Secara relatif kepala bayi yang baru lahir(neonatus) lebih besar dibandingkan dengan tubuhnya (1:4) daripada kepala orang dewasa dibandingkan dengan tubuhnya (1:7) (McGurk,1975).
c.       Hilangnya Ciri-Ciri masa lalu
Dengan bertambahnya usia, ciri-ciri fisik tertentu muli menghilang karena tidak lagi diperlukan. Contohnya gigi susu. Demikian pula ciri-ciri perilaku tertentu mulai mennghilang. Misalnya kebiasaan bayi merangkak yang pada suatu waktu tertentu juga menghilang
d.      Perolehan ciri-ciri baru
Beberapa ciri perilaku yang baru bermunculan sebagai hasil kematangan dan sebagian lagi sebagai hasil belajar. Misalnya hasil kematangan adalah ciri-ciri seks sekunder sehubungan dengan tibanya masa pubertas (pra remaja). Yaitu membesarnya suara pada remaja perempuan.
2.      Pola Pertumbuhan Fisik
Ada dua hukum (peraturan) yang menyangkut perkembangan fisik manusia, yaitu:
a.       Hukum Cephalocaudal
Perkembangan selalu dimulai dari kepala menuju kaki
b.      Hukum Proximodistal
Perkembangan selalu dimulai dari tangan menuju ke arah luar, atau dari arah yang dekat menuju ke arah yang jauh.
3.      Karateristik Perkembangan
a.       Perkembangan itu berlanjut dari yang bersifat umum ke yang bersifat spesifik
b.      Perkembangan itu berkesinambungan
c.       Setiap bagian tubuh itu mempunyai kecepatan pertumbuhan sendiri-sendiri. Misalnya ada anak cepat kemampuannya dalam berbicara tetapi lambat dalam kemampuan berjalannya.
d.      Selalu ada korelasi antara perkembanga yang awal dengan perkembanga selanjutnya.
4.      Perbedaan individual
Tidak ada manusia yang sama, sekalipun kembar identik. Orang tua perlu memahami prinsip ini agar tidak membanding-bandingkan anaknya.
5.      Pola Perkembangan Bersifat Periodik
Meskipun perkembangan itu konsisten dan mengikuti suatu pola, namun tidak berarti hal ini selalu mantap pada seluruh bagian. Ada periode dimana terjadi pertumbuhan yang sangat cepat, tetapi ada bagian dimana pertumbuhan itu sangat lambat dan bahkan tidak tampak dari luar.


PENUTUP
A.    Kesipulan
Perkembangan ialah aspek perubahan yang dialami individu yang bersifat kualitatif  tidak dapat diukur tetapi jelas kelihatan berubah melalui peredaran masa.Perkembangan berlaku daripada peringkat permulaan percambahan sehingga akhir hayat organisme

B.     Saran
Penelitian dalam pendidikan, hendaknya lebih diperhatikan lagi dalam pelaksanaannya sehingga dapat memberikan inovasi bagi orang-orang yang membutuhkan akan hasil penelitian tersebut.