Senin, 09 Januari 2023

Perkembangan Manusia

PEMBAHASAN
A.    Pengertian Perkembangan
Lerner & Hultsch (1983:5) menyatakan bahwa istilah perkembangan sering diperdebatkan dalam sains. Walaupun demikian, teradapat konsesus bahwa yang dimaksudkan dengan perkembangan adalah perubahan. Namun tidak semua perubahan adalah perkembangan. Perubahan yang terjadi dalam perkembangan adalah perubahan yang teratur, bersistem atau terorganisasi. Demikian pula halnya dengan perkembangan manusia. Kita tertarik pada perkembangan yang terjadi di dalam diri seseorang sepanjang waktu, yaitu perubahan (fisik, berpikir, emosi, kemampuan bermasyarakat, dsb) yang bersistem yang terjadi di dalam diri seseorang dan juga melihat adanya perbedaan perkembangan antar individu.
Menurut para ahli pengertian perkembangan yaitu suatu proses perubahan dalam diri individu yang bersifat kualitatif atau untuk fungsi psikologis yang berlangsung secara terus menerus kearah yang lebih baik/ progresif yang disebut kematangan
Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa perkembangan mengandung arti sebagai berikut;
1. Perubahan fungsi psikologis atau perubahan bersifat kualitatif,artinya perubahan dapat dilahat dari kemampuan bertingkah laku lebih matang,baik tingkah laku sosial,emosional,moral maupun intelektual.

2. Perubahan itu merupakan proses yang bersikenambungan dan terus menerus.Ini berarti bahwa perubahan pada perkembangan bukan terjadi secara tiba –tiba dalam waktu yang singkat tetapi perubahan yang terjadi terus menerus dan berkelanjutan serta bertahap-tahap sepanjang hidup manusia.

3. Perubahan yang mengarah kepada pencapaian kematangan.Kematangan adalah tercapainya kemempuan bertingkah laku secara fisik, sosial emosional, moral dan intelelektual secara sempurna sesuai dengan tugas perkembangan tertentu.

B.   Pendekatan Perkembangan Manusia
Menurut Lerner & Hultsch (1983:6), dalam psikologi perkembangan terdapat tiga pendekatan utama mengenai perkembangan manusia, yaitu yang disebut pandangan psikologis, pandangan perkembangan dan panangan rentang kehidupan.
1.      Pandangan Psikologis
Pandangan psikologis menekankan bagaimana orang pada usia tertentu melaksanakan tugas yang spesifik (Golin,1965 dalam Lerner & Hultsceh, 1983:6). Yang diutamakan oleh pandangan ini adalah mengenai tugas , dan hanya sedikit mengenai perubahan yang terjadi pada diri sesorang seiring dengan berjalannya waktu ketika mengerjakan tugas. Dengan kata lain proses perkembangan itu sendiri tidak dibahas
2.      Pandangan Perkembangan
Pandangan ini menekankan pada sejarah seseorang. Berebeda dengan pendekatan sebelumnya, pendekatan ini mulai memperhatikan perubahan yang terjadi pada diri seseorang sehubungan dengan berjalannya waktu. Beberapa pakar psikologi perkembangan yang berorientasi pada pendekatan ini menekankan pentingnya perkembangan pada masa kanak-kanak atau paling jauh sampai perkembangan masa remaja, sedangkan perkembangan manusia setelah masa itu dianggap tidak terlalu bermakna sehingga kurang diperhatikan.
3.      Pandangan Rentang Kehidupan
Pandangan rentang kehidupan menganggap bahwa perkembangan manusia selalu berlangsung selama rentang kehidupan, mulai dari saat kensepsi sampai saat kematian. Pada pandangan rentang kehidupan, jenis perubahan yang terjadi tidak dikhususkan untuk periode perkembangan tertentu. Karena itu pandangan rentang kehiupan adalah pendekatan yang menguraikan, menerangkan dan mengoptimalkan perubahan perilaku yang terjadi didalam diri seseorang dan juga oerbedaan antar individu akibat perubahan yang terjadi, dalam seluruh rentang kehidupan manusia, dimulai dari saat konsepsi sampai kematian.jadi, guna memahami perkembangan manusia kita harus mempunyai pengetahuan tentang sejarah, biologi, antropologi, sosiologi, hukum, dan ilmu kedokteran. Hal ini menurut pandangan rentang kehidupan sangatlah realistik dan dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.
Prinsip-prinsip untuk mempelajari pendekatan perkembangan kehidupan: (Baltes, 1987; Linderberg dan Staudinger, 1998)
         Development is lifelong: setiap periode kehidupan dipengaruhi oleh apa yang terjadi sebelumnya dan akan mempengaruhi apa yang akan terjadi. Setiap periode memiliki karakteristik tersendiri yang unik, tidak ada satu periode yang lebih penting atau kurang penting.
         Development depend on history and context. Setiap orang berkembang sesuai dengan waktu dan tempat  
         Development is multidimensional and multidirectional: perkembangan mencakup keseimbangan antara pertumbuhan dan penurunan.
         Development is pliable or plastic. Dalam perkembangan ada penampilan yang dapat dimodifikasi.
C.    Pokok – Pokok Persoalan pada Psikologi Perkembangan
Pada psikologi perkembangan terdapat permasalahan diantaranya :
1.      Nature (keturunan)  versus nurture (lingkungan)
Perdebatan tentang apakah perkembangan terutama dipengaruhi oleh factor bawaan atau oleh factor pengalaman adalah suatuper debatan yang sudah berlangsung lama. Orang sering bertanya manakah yang lebih berperan dalam kecerdasan manusia, factor genetic atau factor belajar. Kontrofersi ini sebetulnya berakar didalam filsafat yang bermula sejak zaman Yunanikuno.Plato (427-347 SM) misalnya, percaya bahwa gagasan (ide) itu diturunkan, karena pada waktu lahir jiwa telah terperangkap dalam tubuh. Perdebatan berlanjut dalam bidang Psikologi, misalnya perdebatan antara penganutaliran Gestalt yang menekankan pada peran factor keturunan didalam menentukan persepsi, dengan para penganut behaviorisme yang menekankan pada peranan factor lingkungan dalam belajar.
2.      Kesinambungan versus ketidaksinambungan
Hal lain yang dipersoalkan dalam psikologi perkembangan adalah tentang kesinambungan dan ketidaksinambungan dalam perkembangan. Apakah kesinambungan itu suatu perubahan yang berkesinambungan yaituapabila berubah secara berangsur-angsur ataukah perubahan tersebut terjadi secaratiba-tiba. Jika tiba-tiba maka akan terjad ketidaksinambungan. Contohnya: merangkak pada bayi usia 5-7 bulan, setelah mampu merangkak ia dapat berdiri pad ausia 8-9 bulan. Perpindahan dari perilaku merangkak menjadi berdiri merupakan suatu ketidaksinambungan karena secara kualitatif berbeda. Tetapi perilaku merangkak masih digunakan untuk berdiri (otot yang digunakan sama akan tetapi fungsinya lain) sehingga disini ada kesinambungan.
3.      Kestabilan versus ketidakstabilan
Berkaitan dengan perubahan yang terjadi dalam suatu perkembangan, perlu pula diperhatikan tentang kestabilan dan ketidakstabilan posisi seseorang terhadap kelompoknya. Isukestabilan dan ketidakstabilanini dapat menjelaskan tentang perbedaan yang terdapat diantara anggota kelompok (perbedaanantarinvidu) sebagai akibat terjadinya perubahan dalam diri anggota-anggota yang keduanya dapat terjadi bergantian secara serempak.


D.    Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Istilah pertumbuhan dan perkembangan atau juga disebut tumbuh kembang, sering dipergunakan orang seolah-olah keduanya mempunyai pengertian yang sama (sinonim). Padahal, meskipun tidak ada pertumbuhan yang tidak ada disertai perkembangan dan tidak ada perkembangan tanpa pertumbuhan serta keduanya mengandung arti perubahan, sesungguhnya kedua hal itu memunyai pengertian yang berbeda. Pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu bertambahnya ukuran dan struktur, sehingga lebih banyak menyangkut perubahan fisik. Sedangkan perkembangan adalah perubahan kualitatif yang muncul secara teratur dan koheren.
1)      Pertumbuhan Fisik
Proses pertubuhan fisik memegang peranan penting jika kita ingin memahami perilaku manusia. Misalnya, kita tidak dapat memahami perkembangan psikologis seseorang jika kita tidak mempelajari perihal perkembangan fisik dan mental.
a.      Peranan Pertumbuhan.
1.      Pertumbuhan berfungsi sebagai lingkungan pembatas bagi kemampuan seseorang.
Kapasitas fisik membatasi apa yang dapat dilakukan oleh seorang anak. Contohnya seorang anak berusia tujuh tahun tidak akan mampu mengendarai sepeda jika alat keseimbangan dan koordinasi tubuhnya belum berkembang. Jadi untuk menguasai suatu perilaku tertentu diperlukan syarat adanya kematangan fisik tertentu pula. Dengan kata lain, pertumbuhan memberikan pembatasan kepada perkembangan perilaku seseorang.
2.      Pertumbuhan adalah faktor penentu dalam perolehan pengalaman
Faktor penentu ini akan mempengaruhi jenis pengalaman yang akan diperoleh, dan seterusnya. Keterbatasan pengalaman juga akan membatasi perkembangan kognitif dan sosial anak. Misalnya bayi yang belum dapat merangkak maka pengalaman yang akan diperolehnya hanyalah sebatas jangkauan tangannya saja. Ada beberapa bukti dari berbagai hasil penelitian yang memperlihatkan bahwa percepatan pertumbuhan fisik akan mempercepat pertumbuhan mental pula (Tanner, 1970 dalam Bee,H.L & Mitchel, S.K, 1984:89), walaupun tentu saja kita tidak dapat menyimpulkan secara pasti bahwa percepatan dalam pertumbuhan fisik akan menyebabkan perkembangan mental.
3.      Pertumbuhan dan Penampilan
Pertumbuhan fisik akan mempengaruhi penampilan seseorang dan juga akan mempengaruhi pendapat orang lain terhadap seseorang. Anak yang cantik atau tinggi tubuhnya atau terampil biasanya akan diperlakukan berbeda dengan anak yang pendek, kecil, pemalu, atau kikuk. Tentunya banyak faktor yang lain yang dapat ikut menentukan penilaian seorang guru terhadap muridnya, tetapi yang hendak dikemukakan di sini adalah untuk memperlihatkan adanya hubungan antara bentuk tubuh atau penampilan akibat pertumbuhan fisik dengan penilaian orang lain terhadap seseorang.
4.      Pertumbuhan dan citra diri
Pertumbuhan fisik juga akan mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Cara pandang ini untuk sebagian adalah sebagai reaksi terhadap bagaimana orang lain memandang dirinya, sedangkan sebagian lain menyangkut kesadaran seseorang tentang kekuatan dan kelemahan dirinya.
b.      Tampak Luar Pertumbuhan
Pertumbuhan dapat dilihat dari luar tubuh seperti ukuran dan bentuk tubuh.
1.      Ukuran
Pertumbuhan tinggi badan ternyata memiliki berbagai pola. Ternyata pola pertumbuhan tinggi badan anak laki-laki dan anak perempuan sejak lahir hingga dewasa berbeda; tinggi bayi baru lahir kira-kira sepertiga tingginya setelah dewasa; dan pertumbuhan tinggi badan dari bayi hingga dewasa ternyata tidak selalu teratur, lancar dan berkesinambungan.
2.      Bentuk Tubuh
Proporsi tubuh bayi berbeda dengan orang dewasa. Dibandingkan dengan orang dewasa, kepala bayi jauh lebih besar dari badannya; yaitu kira-kira 25 persen dari tinggi badan bayi waktu lahir, 20 persen pada usia 2 tahun dan hanya 10 persen pada waktu dewasa. Bukan hanya kepala saja yang mengalami perubahan, tetapi juga bentuk tubuh.



c.       Pertumbuhan yang Terjadi di Dalam Tubuh
Pertumbuhan yang terjadi dalam tubuh seseorang meliputi pertumbuhan tulang dan otot, sistem syaraf dan hormon.
1.      Tulang dan Otot
Pertumbuhan yang tampak dari luar bukan hanya mengenai perubahan di kulit saja, melainkan juga menyangkut perubahan yang terjadi dalam tubuh, yaitu terutama mengenai tulang dan otot. Pola pertumbuhan organ-organ ini antara lain :
a.       Tulang
Tulang adalah rangka tubuh, namun rangka ini belum seluruhnya lengkap pada saat seseorang dilahirkan. Tulang-tulang akan tumbuh kembang secara berkelanjutan baik dalam hal umlah, ukuran dan kekerasannya.
b.      Otot
Otot-otot pada tubuh bayi yang baru lahir sudah memiliki kelengkapan serabut-serabutnya(Tanner, 1970). Dalam proses pertumbuhan, otot pun mengalami perubahan, serabutnya akan menjadi lebih panjang dan lebih tebal. Proses ini akan berlangsung sepanjang masa kanak-kanak dan sama halnya dengan tinggi dan berat badan, pertumbuhan ini juga akan mengalami lonjakan pada masa remaja.
2.      Sistem Syaraf
Pertumbuhan sistem syaraf belum selesai pada waktu bayi dilahirkan. Alat-alat tubuh yang lain seperti paru-paru dan sistem peredaran darah sudah bekerja penuh walaupun belum sempurna benar, sedangkan sistem syaraf jelas masih rendah taraf pertumbuhannya.
Pada saat lahir, bagian otak yang paling berkembang adalah otak tengah, yang terletak dibagian bawah rongga tengkorak dan berfungsi mengatur hal-hal yang mendasar seperti tidur, bangun, buang air, perhatian terhadap sekitar dan pembentukan kebiasaan-kebiasaan. Kemampuan anak sudah dibentuk untuk melaksanakan fungsi-fungsi dasar ini.
3.      Hormon
Perubahan utama yang terakhir adalah mengenai hormon, yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Hormon mengatur pertumbuhan dan perubahan tubuh melalui berbagai cara dan beberapa hormon terpenting tercantum dalam Tabel berikut .
Horon-hormon utama yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan.
Kelenjar
Hormon
Aspek Pertumbuhan yang di Pengaruhi
Gondok
Tiroksin
Perkembangan Jaringan otak, pertumbuhan umum
Adrenalin
Testoteron
Perubahan pubertas, terutama karakteristik seks sekunder pria
Testes
Oestoteron
Pembentukan organ kelamin pria embrional, pencetus bagi perubahan pubertas pria
Ovarium
Oestrogen
Perkembangan siklus haid, perkembangan karakteristik seks sekunder wanita
Hipofisa
Hormon pertumbuhan, Hormon Pemacu
Mempengaruhi kematangan fisik, memerintahkan kelenjar lain untuk berproduksi

2)      Penentu Pertumbuhan
Faktor-faktor yang ikut menentukan dalam pertumbuhan fisik itu sendiri, yaitu faktor kematangan,faktor keturunan, dan faktor-faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pertumbuhan fisik seseorang seperti kondisi saat kelahiran, nutrisi, dan penyakit.
a.       Kematanngan
Seperangkat sinyal-sinyal yang berasal dari dalam tubuh ternyata mengontrol urutan pertumbuhan itu sendiri. Kecepatan atau tingkat pertumbuhan mungkin sangat berbeda dari orang ke orang, namun urutan pertumbuhan hampir tetap sama pada semua orang.
Walaupun kita tidak mengetahui seluruhnya mengenai perubahan yang menyangkut kematangan ini, namun dapat dipastikan bahwa urutan atau pola perkembangan itu adalah bagian dari kode genetik yang berlaku bagi semua manusia.
b.      Keturunan
Merupakan bagian lain dari kode genetik yang mengatur perbedaan antara individu-individu. Beberapa ciri fisik ini dapat terlihat pada warna mata, warna rambut atau bentuk hidung adalah ciri yang diturunkan, begitu pula beberapa ciri perkembangan terutama yang menyangkut tinggi dan besar tubuh.
1)      Tinggi Tubuh.
2)      Kecepatan Pertumbuhan
3)      Perbedaan Jenis Kelamin
c.       Pengaruh-pengaruh lain
1)      Kondisi waktu lahir
2)      Nutrisi
3)      Penyakit
E.     Prinsip-Prinsip Perkembangan
Dalam pertumbuhan dan perkembanga ditemukan beberapa prinsip yang berlaku umum yang menyangkut: 1) tipe-tipe perubahan, 2) pola pertumbuhan fisik, 3) karakteristik perkembangan, 4) perbedaan individual.
1.      Tipe-tipe Perubahan
Perubahan yang terjadi dikelompokkan ke dalam empat kategori utama yang saling berhubungan (Lansdown,1988:4-7).
a.       Perubahan dalam Ukuran
Perubahan dalam ukuran, termasuk disini perubahan fisik. Contohnya adalah perubahan tinggi dan berat badan, perubahan dalam daya ingat, persepsi dan pemahaman.
b.      Perubahan dalam Proporsi
Dalam masa perkembangan terjadi perubahan proporsi tubuh. Secara relatif kepala bayi yang baru lahir(neonatus) lebih besar dibandingkan dengan tubuhnya (1:4) daripada kepala orang dewasa dibandingkan dengan tubuhnya (1:7) (McGurk,1975).
c.       Hilangnya Ciri-Ciri masa lalu
Dengan bertambahnya usia, ciri-ciri fisik tertentu muli menghilang karena tidak lagi diperlukan. Contohnya gigi susu. Demikian pula ciri-ciri perilaku tertentu mulai mennghilang. Misalnya kebiasaan bayi merangkak yang pada suatu waktu tertentu juga menghilang
d.      Perolehan ciri-ciri baru
Beberapa ciri perilaku yang baru bermunculan sebagai hasil kematangan dan sebagian lagi sebagai hasil belajar. Misalnya hasil kematangan adalah ciri-ciri seks sekunder sehubungan dengan tibanya masa pubertas (pra remaja). Yaitu membesarnya suara pada remaja perempuan.
2.      Pola Pertumbuhan Fisik
Ada dua hukum (peraturan) yang menyangkut perkembangan fisik manusia, yaitu:
a.       Hukum Cephalocaudal
Perkembangan selalu dimulai dari kepala menuju kaki
b.      Hukum Proximodistal
Perkembangan selalu dimulai dari tangan menuju ke arah luar, atau dari arah yang dekat menuju ke arah yang jauh.
3.      Karateristik Perkembangan
a.       Perkembangan itu berlanjut dari yang bersifat umum ke yang bersifat spesifik
b.      Perkembangan itu berkesinambungan
c.       Setiap bagian tubuh itu mempunyai kecepatan pertumbuhan sendiri-sendiri. Misalnya ada anak cepat kemampuannya dalam berbicara tetapi lambat dalam kemampuan berjalannya.
d.      Selalu ada korelasi antara perkembanga yang awal dengan perkembanga selanjutnya.
4.      Perbedaan individual
Tidak ada manusia yang sama, sekalipun kembar identik. Orang tua perlu memahami prinsip ini agar tidak membanding-bandingkan anaknya.
5.      Pola Perkembangan Bersifat Periodik
Meskipun perkembangan itu konsisten dan mengikuti suatu pola, namun tidak berarti hal ini selalu mantap pada seluruh bagian. Ada periode dimana terjadi pertumbuhan yang sangat cepat, tetapi ada bagian dimana pertumbuhan itu sangat lambat dan bahkan tidak tampak dari luar.


PENUTUP
A.    Kesipulan
Perkembangan ialah aspek perubahan yang dialami individu yang bersifat kualitatif  tidak dapat diukur tetapi jelas kelihatan berubah melalui peredaran masa.Perkembangan berlaku daripada peringkat permulaan percambahan sehingga akhir hayat organisme

B.     Saran
Penelitian dalam pendidikan, hendaknya lebih diperhatikan lagi dalam pelaksanaannya sehingga dapat memberikan inovasi bagi orang-orang yang membutuhkan akan hasil penelitian tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar