PEMBAHASAN
A. Pengertian Perkembangan
Lerner & Hultsch
(1983:5) menyatakan bahwa istilah perkembangan sering diperdebatkan dalam
sains. Walaupun demikian, teradapat konsesus bahwa yang dimaksudkan dengan
perkembangan adalah perubahan. Namun tidak semua perubahan adalah perkembangan.
Perubahan yang terjadi dalam perkembangan adalah perubahan yang teratur,
bersistem atau terorganisasi. Demikian pula halnya dengan perkembangan manusia.
Kita tertarik pada perkembangan yang terjadi di dalam diri seseorang sepanjang
waktu, yaitu perubahan (fisik, berpikir, emosi, kemampuan bermasyarakat, dsb)
yang bersistem yang terjadi di dalam diri seseorang dan juga melihat adanya
perbedaan perkembangan antar individu.
Menurut
para ahli pengertian perkembangan yaitu suatu proses perubahan dalam diri
individu yang bersifat kualitatif atau untuk fungsi psikologis yang berlangsung
secara terus menerus kearah yang lebih baik/ progresif yang disebut kematangan
Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa perkembangan mengandung arti sebagai berikut;
1. Perubahan fungsi psikologis atau perubahan bersifat kualitatif,artinya perubahan dapat dilahat dari kemampuan bertingkah laku lebih matang,baik tingkah laku sosial,emosional,moral maupun intelektual.
Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa perkembangan mengandung arti sebagai berikut;
1. Perubahan fungsi psikologis atau perubahan bersifat kualitatif,artinya perubahan dapat dilahat dari kemampuan bertingkah laku lebih matang,baik tingkah laku sosial,emosional,moral maupun intelektual.
2. Perubahan itu merupakan proses yang bersikenambungan dan terus menerus.Ini berarti bahwa perubahan pada perkembangan bukan terjadi secara tiba –tiba dalam waktu yang singkat tetapi perubahan yang terjadi terus menerus dan berkelanjutan serta bertahap-tahap sepanjang hidup manusia.
3. Perubahan yang mengarah kepada pencapaian kematangan.Kematangan adalah tercapainya kemempuan bertingkah laku secara fisik, sosial emosional, moral dan intelelektual secara sempurna sesuai dengan tugas perkembangan tertentu.
B. Pendekatan Perkembangan Manusia
Menurut Lerner
& Hultsch (1983:6), dalam psikologi perkembangan terdapat tiga pendekatan
utama mengenai perkembangan manusia, yaitu yang disebut pandangan psikologis,
pandangan perkembangan dan panangan rentang kehidupan.
1.
Pandangan
Psikologis
Pandangan
psikologis menekankan bagaimana orang pada usia tertentu melaksanakan tugas
yang spesifik (Golin,1965 dalam Lerner & Hultsceh, 1983:6). Yang diutamakan
oleh pandangan ini adalah mengenai tugas , dan hanya sedikit mengenai perubahan
yang terjadi pada diri sesorang seiring dengan berjalannya waktu ketika
mengerjakan tugas. Dengan kata lain proses perkembangan itu sendiri tidak
dibahas
2.
Pandangan
Perkembangan
Pandangan ini
menekankan pada sejarah seseorang. Berebeda dengan pendekatan sebelumnya, pendekatan
ini mulai memperhatikan perubahan yang terjadi pada diri seseorang sehubungan
dengan berjalannya waktu. Beberapa pakar psikologi perkembangan yang
berorientasi pada pendekatan ini menekankan pentingnya perkembangan pada masa
kanak-kanak atau paling jauh sampai perkembangan masa remaja, sedangkan
perkembangan manusia setelah masa itu dianggap tidak terlalu bermakna sehingga
kurang diperhatikan.
3.
Pandangan
Rentang Kehidupan
Pandangan rentang
kehidupan menganggap bahwa perkembangan manusia selalu berlangsung selama
rentang kehidupan, mulai dari saat kensepsi sampai saat kematian. Pada
pandangan rentang kehidupan, jenis perubahan yang terjadi tidak dikhususkan
untuk periode perkembangan tertentu. Karena itu pandangan rentang kehiupan
adalah pendekatan yang menguraikan, menerangkan dan mengoptimalkan perubahan
perilaku yang terjadi didalam diri seseorang dan juga oerbedaan antar individu
akibat perubahan yang terjadi, dalam seluruh rentang kehidupan manusia, dimulai
dari saat konsepsi sampai kematian.jadi, guna memahami perkembangan manusia
kita harus mempunyai pengetahuan tentang sejarah, biologi, antropologi,
sosiologi, hukum, dan ilmu kedokteran. Hal ini menurut pandangan rentang
kehidupan sangatlah realistik dan dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.
Prinsip-prinsip
untuk mempelajari pendekatan perkembangan kehidupan: (Baltes, 1987; Linderberg
dan Staudinger, 1998)
•
Development
is lifelong: setiap
periode kehidupan dipengaruhi oleh apa yang terjadi sebelumnya dan akan
mempengaruhi apa yang akan terjadi. Setiap periode memiliki karakteristik
tersendiri yang unik, tidak ada satu periode yang lebih penting atau kurang
penting.
•
Development
depend on history and context. Setiap orang berkembang sesuai dengan waktu dan tempat
•
Development
is multidimensional and multidirectional: perkembangan mencakup keseimbangan antara pertumbuhan
dan penurunan.
•
Development
is pliable or
plastic. Dalam perkembangan ada penampilan yang dapat dimodifikasi.
C. Pokok – Pokok Persoalan pada
Psikologi Perkembangan
Pada psikologi perkembangan terdapat permasalahan diantaranya :
1. Nature
(keturunan) versus nurture (lingkungan)
Perdebatan tentang apakah perkembangan terutama dipengaruhi oleh
factor bawaan atau oleh factor pengalaman adalah suatuper debatan yang sudah berlangsung lama. Orang
sering bertanya manakah
yang lebih berperan dalam kecerdasan manusia, factor
genetic atau factor belajar. Kontrofersi ini sebetulnya berakar didalam filsafat yang bermula sejak zaman Yunanikuno.Plato (427-347 SM) misalnya,
percaya bahwa gagasan
(ide) itu diturunkan,
karena pada waktu lahir jiwa telah terperangkap dalam tubuh. Perdebatan berlanjut dalam bidang Psikologi, misalnya perdebatan antara penganutaliran Gestalt yang menekankan pada peran
factor keturunan didalam menentukan persepsi,
dengan para penganut behaviorisme yang menekankan pada peranan
factor lingkungan dalam belajar.
2. Kesinambungan
versus ketidaksinambungan
Hal lain yang dipersoalkan dalam psikologi perkembangan adalah tentang kesinambungan dan ketidaksinambungan dalam perkembangan.
Apakah kesinambungan itu suatu perubahan yang berkesinambungan yaituapabila berubah secara berangsur-angsur ataukah perubahan tersebut terjadi secaratiba-tiba. Jika tiba-tiba maka akan terjad ketidaksinambungan.
Contohnya: merangkak pada bayi usia 5-7 bulan, setelah mampu merangkak ia dapat berdiri pad ausia 8-9 bulan. Perpindahan dari perilaku merangkak menjadi berdiri merupakan suatu ketidaksinambungan karena secara kualitatif berbeda. Tetapi perilaku merangkak masih digunakan untuk berdiri (otot yang digunakan sama akan tetapi fungsinya lain) sehingga disini ada kesinambungan.
3. Kestabilan
versus ketidakstabilan
Berkaitan dengan perubahan
yang terjadi dalam suatu perkembangan,
perlu pula diperhatikan tentang kestabilan dan ketidakstabilan posisi seseorang terhadap kelompoknya. Isukestabilan dan ketidakstabilanini dapat menjelaskan tentang perbedaan
yang terdapat diantara anggota kelompok
(perbedaanantarinvidu) sebagai akibat terjadinya perubahan dalam diri anggota-anggota yang keduanya dapat terjadi bergantian secara serempak.
D. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Istilah
pertumbuhan dan perkembangan atau juga disebut tumbuh kembang, sering
dipergunakan orang seolah-olah keduanya mempunyai pengertian yang sama
(sinonim). Padahal, meskipun tidak ada pertumbuhan yang tidak ada disertai
perkembangan dan tidak ada perkembangan tanpa pertumbuhan serta keduanya
mengandung arti perubahan, sesungguhnya kedua hal itu memunyai pengertian yang
berbeda. Pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu
bertambahnya ukuran dan struktur, sehingga lebih banyak menyangkut perubahan
fisik. Sedangkan perkembangan adalah perubahan kualitatif yang muncul secara
teratur dan koheren.
1) Pertumbuhan Fisik
Proses
pertubuhan fisik memegang peranan penting jika kita ingin memahami perilaku
manusia. Misalnya, kita tidak dapat memahami perkembangan psikologis seseorang
jika kita tidak mempelajari perihal perkembangan fisik dan mental.
a.
Peranan
Pertumbuhan.
1. Pertumbuhan
berfungsi sebagai lingkungan pembatas bagi kemampuan seseorang.
Kapasitas fisik
membatasi apa yang dapat dilakukan oleh seorang anak. Contohnya seorang anak
berusia tujuh tahun tidak akan mampu mengendarai sepeda jika alat keseimbangan
dan koordinasi tubuhnya belum berkembang. Jadi untuk menguasai suatu perilaku
tertentu diperlukan syarat adanya kematangan fisik tertentu pula. Dengan kata
lain, pertumbuhan memberikan pembatasan kepada perkembangan perilaku seseorang.
2. Pertumbuhan
adalah faktor penentu dalam perolehan pengalaman
Faktor penentu ini akan
mempengaruhi jenis pengalaman yang akan diperoleh, dan seterusnya. Keterbatasan
pengalaman juga akan membatasi perkembangan kognitif dan sosial anak. Misalnya
bayi yang belum dapat merangkak maka pengalaman yang akan diperolehnya hanyalah
sebatas jangkauan tangannya saja. Ada beberapa bukti dari berbagai hasil
penelitian yang memperlihatkan bahwa percepatan pertumbuhan fisik akan
mempercepat pertumbuhan mental pula (Tanner, 1970 dalam Bee,H.L & Mitchel,
S.K, 1984:89), walaupun tentu saja kita tidak dapat menyimpulkan secara pasti
bahwa percepatan dalam pertumbuhan fisik akan menyebabkan perkembangan mental.
3. Pertumbuhan
dan Penampilan
Pertumbuhan fisik akan
mempengaruhi penampilan seseorang dan juga akan mempengaruhi pendapat orang
lain terhadap seseorang. Anak yang cantik atau tinggi tubuhnya atau terampil
biasanya akan diperlakukan berbeda dengan anak yang pendek, kecil, pemalu, atau
kikuk. Tentunya banyak faktor yang lain yang dapat ikut menentukan penilaian
seorang guru terhadap muridnya, tetapi yang hendak dikemukakan di sini adalah
untuk memperlihatkan adanya hubungan antara bentuk tubuh atau penampilan akibat
pertumbuhan fisik dengan penilaian orang lain terhadap seseorang.
4. Pertumbuhan
dan citra diri
Pertumbuhan fisik juga
akan mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Cara pandang ini
untuk sebagian adalah sebagai reaksi terhadap bagaimana orang lain memandang
dirinya, sedangkan sebagian lain menyangkut kesadaran seseorang tentang
kekuatan dan kelemahan dirinya.
b.
Tampak
Luar Pertumbuhan
Pertumbuhan
dapat dilihat dari luar tubuh seperti ukuran dan bentuk tubuh.
1. Ukuran
Pertumbuhan tinggi
badan ternyata memiliki berbagai pola. Ternyata pola pertumbuhan tinggi badan
anak laki-laki dan anak perempuan sejak lahir hingga dewasa berbeda; tinggi
bayi baru lahir kira-kira sepertiga tingginya setelah dewasa; dan pertumbuhan
tinggi badan dari bayi hingga dewasa ternyata tidak selalu teratur, lancar dan
berkesinambungan.
2. Bentuk
Tubuh
Proporsi tubuh bayi
berbeda dengan orang dewasa. Dibandingkan dengan orang dewasa, kepala bayi jauh
lebih besar dari badannya; yaitu kira-kira 25 persen dari tinggi badan bayi
waktu lahir, 20 persen pada usia 2 tahun dan hanya 10 persen pada waktu dewasa.
Bukan hanya kepala saja yang mengalami perubahan, tetapi juga bentuk tubuh.
c.
Pertumbuhan
yang Terjadi di Dalam Tubuh
Pertumbuhan
yang terjadi dalam tubuh seseorang meliputi pertumbuhan tulang dan otot, sistem
syaraf dan hormon.
1. Tulang
dan Otot
Pertumbuhan yang tampak
dari luar bukan hanya mengenai perubahan di kulit saja, melainkan juga
menyangkut perubahan yang terjadi dalam tubuh, yaitu terutama mengenai tulang
dan otot. Pola pertumbuhan organ-organ ini antara lain :
a. Tulang
Tulang adalah rangka
tubuh, namun rangka ini belum seluruhnya lengkap pada saat seseorang
dilahirkan. Tulang-tulang akan tumbuh kembang secara berkelanjutan baik dalam
hal umlah, ukuran dan kekerasannya.
b. Otot
Otot-otot pada tubuh
bayi yang baru lahir sudah memiliki kelengkapan serabut-serabutnya(Tanner,
1970). Dalam proses pertumbuhan, otot pun mengalami perubahan, serabutnya akan
menjadi lebih panjang dan lebih tebal. Proses ini akan berlangsung sepanjang
masa kanak-kanak dan sama halnya dengan tinggi dan berat badan, pertumbuhan ini
juga akan mengalami lonjakan pada masa remaja.
2. Sistem
Syaraf
Pertumbuhan sistem
syaraf belum selesai pada waktu bayi dilahirkan. Alat-alat tubuh yang lain
seperti paru-paru dan sistem peredaran darah sudah bekerja penuh walaupun belum
sempurna benar, sedangkan sistem syaraf jelas masih rendah taraf pertumbuhannya.
Pada saat lahir, bagian
otak yang paling berkembang adalah otak tengah, yang terletak dibagian bawah
rongga tengkorak dan berfungsi mengatur hal-hal yang mendasar seperti tidur,
bangun, buang air, perhatian terhadap sekitar dan pembentukan kebiasaan-kebiasaan.
Kemampuan anak sudah dibentuk untuk melaksanakan fungsi-fungsi dasar ini.
3. Hormon
Perubahan utama yang
terakhir adalah mengenai hormon, yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Hormon
mengatur pertumbuhan dan perubahan tubuh melalui berbagai cara dan beberapa
hormon terpenting tercantum dalam Tabel berikut .
Horon-hormon utama yang
terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan.
|
Kelenjar
|
Hormon
|
Aspek Pertumbuhan yang di
Pengaruhi
|
|
Gondok
|
Tiroksin
|
Perkembangan Jaringan otak,
pertumbuhan umum
|
|
Adrenalin
|
Testoteron
|
Perubahan pubertas, terutama
karakteristik seks sekunder pria
|
|
Testes
|
Oestoteron
|
Pembentukan organ kelamin pria
embrional, pencetus bagi perubahan pubertas pria
|
|
Ovarium
|
Oestrogen
|
Perkembangan siklus haid,
perkembangan karakteristik seks sekunder wanita
|
|
Hipofisa
|
Hormon pertumbuhan, Hormon Pemacu
|
Mempengaruhi kematangan fisik,
memerintahkan kelenjar lain untuk berproduksi
|
2)
Penentu
Pertumbuhan
Faktor-faktor
yang ikut menentukan dalam pertumbuhan fisik itu sendiri, yaitu faktor kematangan,faktor
keturunan, dan faktor-faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pertumbuhan fisik
seseorang seperti kondisi saat kelahiran, nutrisi, dan penyakit.
a. Kematanngan
Seperangkat
sinyal-sinyal yang berasal dari dalam tubuh ternyata mengontrol urutan
pertumbuhan itu sendiri. Kecepatan atau tingkat pertumbuhan mungkin sangat
berbeda dari orang ke orang, namun urutan pertumbuhan hampir tetap sama pada
semua orang.
Walaupun kita tidak
mengetahui seluruhnya mengenai perubahan yang menyangkut kematangan ini, namun
dapat dipastikan bahwa urutan atau pola perkembangan itu adalah bagian dari
kode genetik yang berlaku bagi semua manusia.
b. Keturunan
Merupakan bagian lain
dari kode genetik yang mengatur perbedaan antara individu-individu. Beberapa
ciri fisik ini dapat terlihat pada warna mata, warna rambut atau bentuk hidung
adalah ciri yang diturunkan, begitu pula beberapa ciri perkembangan terutama
yang menyangkut tinggi dan besar tubuh.
1) Tinggi
Tubuh.
2) Kecepatan
Pertumbuhan
3) Perbedaan
Jenis Kelamin
c. Pengaruh-pengaruh
lain
1) Kondisi
waktu lahir
2) Nutrisi
3) Penyakit
E. Prinsip-Prinsip Perkembangan
Dalam
pertumbuhan dan perkembanga ditemukan beberapa prinsip yang berlaku umum yang
menyangkut: 1) tipe-tipe perubahan, 2) pola pertumbuhan fisik, 3) karakteristik
perkembangan, 4) perbedaan individual.
1. Tipe-tipe
Perubahan
Perubahan yang terjadi
dikelompokkan ke dalam empat kategori utama yang saling berhubungan
(Lansdown,1988:4-7).
a. Perubahan
dalam Ukuran
Perubahan dalam ukuran,
termasuk disini perubahan fisik. Contohnya adalah perubahan tinggi dan berat
badan, perubahan dalam daya ingat, persepsi dan pemahaman.
b. Perubahan
dalam Proporsi
Dalam masa perkembangan
terjadi perubahan proporsi tubuh. Secara relatif kepala bayi yang baru lahir(neonatus) lebih besar dibandingkan
dengan tubuhnya (1:4) daripada kepala orang dewasa dibandingkan dengan tubuhnya
(1:7) (McGurk,1975).
c. Hilangnya
Ciri-Ciri masa lalu
Dengan bertambahnya
usia, ciri-ciri fisik tertentu muli menghilang karena tidak lagi diperlukan.
Contohnya gigi susu. Demikian pula ciri-ciri perilaku tertentu mulai
mennghilang. Misalnya kebiasaan bayi merangkak yang pada suatu waktu tertentu
juga menghilang
d. Perolehan
ciri-ciri baru
Beberapa ciri perilaku
yang baru bermunculan sebagai hasil kematangan dan sebagian lagi sebagai hasil
belajar. Misalnya hasil kematangan adalah ciri-ciri seks sekunder sehubungan
dengan tibanya masa pubertas (pra remaja). Yaitu membesarnya suara pada remaja
perempuan.
2. Pola
Pertumbuhan Fisik
Ada dua hukum
(peraturan) yang menyangkut perkembangan fisik manusia, yaitu:
a. Hukum
Cephalocaudal
Perkembangan selalu
dimulai dari kepala menuju kaki
b. Hukum
Proximodistal
Perkembangan selalu
dimulai dari tangan menuju ke arah luar, atau dari arah yang dekat menuju ke
arah yang jauh.
3. Karateristik
Perkembangan
a. Perkembangan
itu berlanjut dari yang bersifat umum ke yang bersifat spesifik
b. Perkembangan
itu berkesinambungan
c. Setiap
bagian tubuh itu mempunyai kecepatan pertumbuhan sendiri-sendiri. Misalnya ada
anak cepat kemampuannya dalam berbicara tetapi lambat dalam kemampuan
berjalannya.
d. Selalu
ada korelasi antara perkembanga yang awal dengan perkembanga selanjutnya.
4. Perbedaan
individual
Tidak ada manusia yang
sama, sekalipun kembar identik. Orang tua perlu memahami prinsip ini agar tidak
membanding-bandingkan anaknya.
5. Pola
Perkembangan Bersifat Periodik
Meskipun perkembangan itu konsisten
dan mengikuti suatu pola, namun tidak berarti hal ini selalu mantap pada
seluruh bagian. Ada periode dimana terjadi pertumbuhan yang sangat cepat,
tetapi ada bagian dimana pertumbuhan itu sangat lambat dan bahkan tidak tampak
dari luar.
PENUTUP
A.
Kesipulan
Perkembangan ialah
aspek perubahan yang dialami individu yang bersifat kualitatif tidak
dapat diukur tetapi jelas kelihatan berubah melalui peredaran masa.Perkembangan
berlaku daripada peringkat permulaan percambahan sehingga akhir hayat
organisme
B.
Saran
Penelitian
dalam pendidikan, hendaknya lebih diperhatikan lagi dalam pelaksanaannya
sehingga dapat memberikan inovasi bagi orang-orang yang membutuhkan akan hasil
penelitian tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar